Tuesday, 23 June 2015

Menghindari Pikun



Ada 3 cara untuk menghindari PIKUN yaitu :

 1.Membaca Al Qur’an.

Membaca Al Qur’an merupakan kebiasaan yang bagus buat otak dan mata kita,berbeda dengan huruf-huruf yang lain seperti abjad yang kita kenal,Al Qur’an diturunkan di Tanah Arab,dengan huruf Hija’iyah,kenapa mesti dengan bahasa Arab? Semua ini tentunya sudah menjadi ketentuan dari Illahi Rabbi,bahasa Al Qur’an merupakankan bahasa pilihan Allah dan orang Arab sudah terkenal mempunyai otak yang cemerlang,sehingga mereka mampu menghapalkan Al Qur’an meskipun di lingkungan yang tandus penuh dengan hamparan pasir (padang pasir) yang sangat panas,tapi Allah telah melebihkan mereka,sehingga sampai sekarang kehidupan mereka sangat sejahtera,tiap tahun berapa juta yang yang berkunjung ke Mekah al Mukaromah,berapa ratus trilyun uang yang mengalir ke sana dan masih banyak yang lainnya,karena itulah kita sebagai umat Islampun harus tetap yakin,bahwa dengan rajin membaca Al Qur’an otak kita menjadi kuat sehingga penyakit pikun menjauh dari kehidupan kita semua.

Bukti lain ; kita sering mendengar dan melihat orang-orang yang sholeh (pastinya mereka rajin membaca Al Qur’an) ketika mereka meninggal terlihat sangat gampang dan tidak menyakitkan,ada yang sedang shalat meninggal,ada tidur dan seterusnya,mereka masih sangat rajin membaca Al Qur’an dikala tua,tetap menjalankan shalat,sehingga sampai ajalnyapun mereka tidak merepotkan orang-orang di sekitarnya,itulah berkah memmbaca Al Qur’an.

2.Shalat Witir.

Shalat Malam atau Shalat Lail adalah salah satu amalan orang-orang yang disiplin dalam beribadah dikalangan umat Islam,setelah itu di akhiri dengan shalat witir atau shalat penutup yang jumlah rakaatnya gan jil minimal satu rakaat,boleh 3,5,7,9 rakaat dan seterusnya.Agar tidak terlalu menyusahkan kita biasanya kita mabil 3 rakaat saja yang penting ikhlas.

Secara fisik shalat witir melatih badan dan pikiran kita tetap stabil dan terjaga secara alami,karena hal inilah yang bisa menjaga otak kita selalu fit sehingga penyakit pikunpun menjauh.

3.Bersedekah.

Beramal atau bersedekah tidak harus dengan uang atau harta benda,tapi dengan pikiran dan tenagapun bisa yang terpenting harus ikhlas dan jadikanlah kebikasaan yang rutin,krena semakin kita bisa melakukan amalan tersebut,secara tidak langsung banyak orang yang mendoakan kita karena akhlak kita yang baik dan tidak ada pamrih sedikitpun,secara mentalpun kita pastinya bisa menjalani hidup ini lebih tenang dan dihargai di lingkungan masyarakat sekitar kita,dan ini otomatis otak kita lebih terjaga dan terkontrol sehingga tetap fit.

Monday, 22 June 2015

Mengatasi kecanduan terhadap pornografi

Sederhana saja. Kecanduan itu adalah pengulangan perilaku tertentu yang membuat kita merasa lebih baik. Rasa itu muncul sebagai dampak dari sekresi dopamin, salah satu hormon di otak. Semakin banyak dopamin yang dilepas, kita bakal merasa lebih baik dan membuat kita ingin mengulangi perbuatan yang sama.Jika kita ulangi, dopamin akan dihasilkan terus menerus sampai mencapai titik efek Coolidge. Efek Coolidge adalah fakta bahwa laki – laki menjadi tidak mampu kawin dengan seorang mitra seks, seringkali bisa mendapatkan kemampuannya kembali bila kawin dengan mitra seks baru.

Berikut adalah gejala yang biasa dialami oleh laki-laki yang kecanduan terhadap pornografi.
  •     Masalah terkait ereksi (susah ereksi )
  •     Ejakulasi dini
  •     Lebih banyak masturbasi sambil nonton video porno. Bermasturbasi lebih menarik bila ada video pornonya di depan mata.
  •     Lebih banyak memikirkan sesuatu yang bersifat porno. Sesuatu yang hanya ada di video yang kamu tonton.
  •     Libido menurun, depresi, lelah, lemah, tidak puas, • Wanita nyata tidak bisa membuat pikiran kamu puas seperti di video porno.
  •     Kecemasan yang tidak jelas jika memikirkan sex.
  •     Video porno lebih menarik daripada melakukan sex dengan manusia betulan.
Coba cek, apa ada yang sudah kamu rasakan?

Jika kamu menonton video porno pertama kalinya, gerakan meremas-remas udah cukup membuat kamu dagdigdug derr dan puas. Tapi karena efek itu, materi porno yang sama tidak akan membuat kamu bergairah seperti pertama kali. Malahan membuat kamu berusaha untuk mengeksplore lebih dari itu. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa para homoseksual lahir dari laki-laki yang sudah bosan melakukan sex biasa dengan wanita. Setelah eksplorasi dan dia jadi homoseksual, akhirnya dia mempengaruhi yang normal agar ikutan homo. 

Berikut perubahan yang dialami otak karena nonton video porno:

  •     Desensitazion: Semakin sering menonton video porno, akan semakin banyak kuantitas yang kamu lihat. Ini berkaitan dengan jumlah dopamin yang disekresi ketika kamu nonton porno. Misalnya setelah beberapa hari cukup dengan 3 video, lama-kelamaan otak akan butuh lebih banyak dopamin, sehingga dibutuhkan lebih banyak video baru.
  •     Sensitazion: Semakin kamu sering menonton video porno, semakin banyak asosiasi yang berkaitan dengan hal-hal porno di pikiran kamu. Misalnya fungsi Incognito tab (tab penyamaran) di Google Chrome yang dibuat untuk menjelajah web tanpa jejak di komputera. Pas sekali untuk untuk menonton video porno tanpa jejak kan? Padahal sebenarnya fungsi tab tersebut bukan untuk itu. Dampak ini bisa semakin parah, misalnya membayangkan incest (berhubungan sex dengan keluarga sendiri.Masak kamu setega itu sama keluarga sendiri 
  •     Hypofrontality: Kontrol impuls berkurang dan mengurangi kemampuan menilai konsekuensi. Semakin banyak kamu menonton video porno, kamu akan semakin sulit untuk menahan agar tidak menonton video porno dan semakin tidak peduli akibat jika kamu menonton. Misalnya nekat nonton video porno saat rapat di kantor.
  •     Dysfunctional Stress Circuits: Kemungkinan kecanduan muncul akan meningkat. Dopamin dilepaskan di wilayah otak yang sedang mengalami stress dan hal ini akan meningkatkan aktifitas otak yang ada kaitannya dengan kecanduan. Itulah sebabnya mengapa pecandu seringkali kambuh saat sedang stress.

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang kecanduan video porno menunjukkan aktivitas yang kurang lebih sama dengan pecandu alkohol atau obat-obatan.

Gejala yang terjadi antara laki-laki dan perempuan itu berbeda. Persepsi laki-laki dan perempuan tentang seksualitas itu tidak sama. Keduanya memiliki isyarat seksualitas yang berbeda. Laki-laki lebih mengutamakan pada hal-hal yang bersifat visual dan dapat dilihat oleh mata mereka. Sementara perempuan, lebih pada hal-hal yang bersifat psikologis dan internal atau lebih cenderung melibatkan hati. Bagi laki-laki, psikologi dan fisik merupakan satu kesatuan dan menonton video porno dianggap sebagai hal yang bersifat individu. Saat tiba-tiba bergairah, cukup dengan nonton video porno, masturbasi sampai orgasme, sudah beres.Sedangkan untuk perempuan, terkadang kondisi psikis tidak selalu berkaitan dengan fisik saat mereka memikirkan sesuatu tentang sex atau sedang bergairah. Menurut mereka, hal tentang sex lebih bersifat sosial. Daripada menonton, perempuan lebih memilih membaca novel erotis atau membahasnya di forum. Makna sex menurut perempuan tidak selalu tertuju untuk berhubungan sex dan orgasme. karenanya perempuan lebih kebal terhadap kecanduan menonton video porno

Ada sebuah study dari America Journal of Medicine pada tahun 2007 bahwa lebih dari 18 juta orang di Amerika Serikat berumur di atas 20 tahun mengalami gangguan disfungsi ereksi, yaitu ketidakmampuan membuat atau mempertahankan ereksi pada saat berhubungan intim. Jumlahnya bisa saja lebih besar karena tidak semua orang mau berbagi hal seperti ini. Lalu apa kaitan jumlah tersebut dengan menonton video porno? Karena ada kaitan yang kuat antara menonton video porno dan gangguan disfungsi ereksi.

Akibat dari banyak menonton video porno, nantinya otak akan membutuhkan ambang batas gairah yang lebih tinggi supaya bisa ereksi. Ambang tersebut akan terus naik sampai titik keadaan seperti gairah itu hilang. Jumlahnya bervariatif bagi laki-laki. Ejakulasi dini juga merupakan salah satu dampak dari disfungsi ereksi. Masturbasi tanpa video porno akan lebih sulit dan tidak memuaskan. Video porno yang pernah ditonton juga menjadi kurang menarik lagi. Kehilangan ereksi saat akan berhubungan menjadi dampak lanjutannya. Malu dan menyalahkan diri sendiri nantinya akan muncul sebagai akibat psikologis.

Setelah mengerti dampak yang terjadi akibat kecanduan terhadap pornografi, berikut adalah hal yang bisa kamu dilakukan untuk menghilangkannya :

  •     Niat adalah yang utama. Yang dimaksud adalah niat yang disertai dengan aksi, bukan niat hanya kepingin aja. 
  •     Coba tantangan 30 hari. 7 sampai 10 hari pertama akan menjadi hari yang paling berat. Kalau kamu bisa menyelesaikannya, sisanya akan menjadi lebih mudah.
  •     Menginstall ekstensi anti-porno pada browser computer/gadget kamu.
  •     Kalau kamu mulai terdorong untuk menonton video porno, segera push up banyak-banyak dan siram kepala pakai air dingin (kalau bisa mandi sekalian). Perhatikan, biasanya dorongan untuk menonton tersebut lebih sering muncul ketika merasa cemas atau menyelesaikan tugas yang tidak disukai. Video porno menjadi suatu bentuk pelarian untuk merubah mood menjadi lebih baik. Meski begitu, dalam jangka panjang, menonton video porno akan memberi dampak buruk buat kamu.
  •     Hapus semua hal yang berkaitan dengan pornografi, yang bisa menjadi pemicu buat kamu.
  •     Hindari link atau alamat website yang cenderung bikin kamu memikirkan sesuatu tentang pornografi atau seks
  •     Pikirkan lagi kalau menonton video porno itu buruk untuk kamu. Sesuatu yang negatif seperti video porno bisa mengembangkan rasa bersalah dan motivasi yang menurun. Menjauhinya termasuk mengembangkan rasa cinta kepada diri sendiri.
  •     Berdoa, minta di mudahkan supaya bisa move on secepat mungkin dari pornografi.
Sekian artikel yang bisa kamu baca. Semoga kamu bisa mengambil manfaat, sebagai sarana untuk saling mengingatkan saja. Kami yakin mayoritas laki-laki pasti pernah menonton. Tapi kalau sampai kecanduan, itu yang parah. Semua juga tahu kalau nonton video porno itu perbuatan buruk, baik secara sosial maupun agama. Bahkan kalau kamu tanyakan ke pribadi kamu sendiri secara jujur, kamu pasti juga mengiyakan. 




Sunday, 21 June 2015

Keutamaan Dan Etika Salam




I. Keutamaan Salam.
* Mengucapkan salam merupakan salah satu perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam, sebagaimana dalam hadits Barra’ bin Azib, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk melakukan tujuh perkara, yaitu; menjenguk orang yang sakit, mengikuti jenazah, mendo’akan orang bersin yang mengucapkan alhamdulillah, membantu orang yang lemah, menolong orang yang dizhalimi, mengucapkan salam dan memenuhi sumpah.” (Muttafaq alaih).
* Menimbulkan kasih sayang antar sesama, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan tidak beriman sehingga kamu saling mencintai. Dan maukah aku tunjukkan suatu perbuatan yang bisa membuatmu saling mencintai; yaitu tebarkan salam antar sesamamu.” (HR. al Bukhari – Muslim).
* Merupakan amalan yang terbaik dalam Islam. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam: “Apakah amalan yang paling baik dalam Islam?” Beliau menjawab:
“Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal maupun yang belum kamu kenal”. (HR. al Bukhari – Muslim).
* Mendapatkan berkah dan kebaikan dari Allah, sebagaimana firmanNya:
“Maka ketika kamu masuk rumah, ucapkan salam untuk dirimu sebagai penghormatan dari Allah yang berisi berkat dan kebaikan.” (An-Nur: 61).
* Termasuk di antara perbuatan yang bisa memasukkan pelakunya ke dalam surga. Abu Yusuf Abdullah bin Salam Radhiallaahu anhu berkata; saya pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, lakukan silaturrahim, dan shalatlah ketika orang lain tidur malam, maka engkau akan masuk ke surga dengan selamat.” (HR. At Tirmidzi, dia berkata: “hasan shahih”). 
II. Cara Mengucapkan Salam 
* Imam an-Nawawi berkata; Disunahkan untuk memulai salam dengan mengucapkan: “Assalaamu ‘alaikum warahmatullah”, dengan memakai dhamir jamak (kum), sekalipun sendirian. Dan menjawabnya dengan ucapan” Wa’alaikumus-salam warahmatullah wabarakatuh”, dengan menambah “wa” pada kata wa’alaikum. (Riyadhush-shalihin halaman 290). Orang yang mendapatkan salam, wajib menjawabnya dengan yang lebih baik atau semisal dengan salam yang dia terima. Sebagai-mana firman Allah:
“Apabila kamu diberi hormat (salam), maka hendaklah engkau menjawabnya dengan salam yang lebih baik atau yang serupa dengan yang diucapkannya.” (An-Nisa; 86)
* Apabila mendatangi para sahabat, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam mengucapkan salam sampai tiga kali (HR. al Bukhari dari Anas bin Malik). Imam an Nawawi mengomentari hadits ini dengan mengatakan; hal ini mungkin dilakukan karena sahabat dalam jumlah yang besar (Riyadhush-shalihin halaman 290).
* Orang yang mengendarai kendaraan mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki. Yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk. Dan yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, dan yang kecil (muda) mengucapkan salam kepada yang besar (tua). sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh al Bukahri dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu.
* Mengucapkan salam dengan suara sebatas yang bisa didengar oleh orang yang diberikan salam, sebagai-mana yang diriwayatkan oleh Miqdad beliau berkata; kami menyediakan susu untuk Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau datang di waktu malam dan mengucapkan salam yang bisa didengar oleh orang yang terjaga dan tidak membuat orang yang tidur terbangun. (HR. Muslim).
* Tidak boleh memulai salam kepada orang kafir sebagaimana yang diriwayatkakn oleh Abu Hurairah Radhiallaahu anhu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
“Jangan kamu memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashrani, apabila kamu bertemu dengan mereka di jalan maka sempitkan jalannya”. (HR.Muslim).
Dan jika mereka mengucapkan salam kepada kita, cukup dijawab dengan ucapan “Wa’alaikum” (Muttafaq alaih). Apabila di sebuah majlis bercampur antara orang muslim dan non muslim maka boleh mengucapkan salam, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam ketika melewati sebuah majlis yang di sana ada orang muslim, musyrik, penyembah patung, beliau memulai mengucapkan salam. (Muttafaq Alaih).
III. Waktu Mengucapkan Salam.
* Ketika bertemu dengan orang lain baik yang sudah dikenal maupun yang belum. Dan yang lebih baik adalah orang yang pertama memulai, sebagaimana hadits Abi Umamah al-Bahili, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, artinya: “Sesungguhnya orang yang lebih baik di sisi Allah adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik). Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila kamu bertemu dengan saudaramu maka ucapkanlah salam, Jika terhalang dengan pohon, tembok atau batu, maka ucapkan salam ketika menemuinya”. (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih).
* Mengucapkan salam juga disunahkan ketika bertemu dengan anak kecil sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliau mengucapkan salam kepada anak kecil (Muttafaq alaih). Imam al Bukhari dalam kitabnya al Adabul Mufrad menyebutkan bahwa Salamah bin Wirdan berkata; saya melihat Anas bin Malik menyalami orang-orang dan berkata kepadaku: “Siapa kamu?” Saya menjawab: “Saya seorang anak dari Bani Laits”, kemudian beliau mengusap kepalaku tiga kali dan berkata; “Semoga Allah memberkati-mu.” (Imam Albani berkata sanadnya hasan). Juga boleh mengucapkan salam kepada wanita, baik yang mahram maupun orang lain selama tidak menimbulkan fitnah. Sebaliknya wanita juga boleh mengucapkan salam kepada laki-laki seperti yang dilakukan oleh Umi Hani, ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam di waktu terjadinya penaklukan kota Makkah. (HR. Muslim).
* Ketika akan memasuki rumah orang lain. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu masuk ke rumah orang lain, hingga kamu minta izin dan mengucapkan salam kepada penghuni-nya”. (QS.An-Nur; 27). Juga ketika memasuki rumah sendiri sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nur ayat 61.
Ketika masuk dan keluar dari sebuah majlis, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila seorang masuk ke sebuah majlis maka hendaknya mengucapkan salam. Dan jika dia mau pergi hendaklah mengucapkan salam, tidaklah (salam) yang pertama tadi lebih berhak (untuk diucapkan) daripada yang akhir.”. (HR. Abu Daud, Imam al Albani berkata; hadits hasan dan shahih). Maksudnya, kedua salam tersebut sama haknya untuk diucapkan.
* Apabila ada orang yang menitipkan salam, maka yang menerima titipan salam tersebut mengatakan “Wa’alaihis-salam warahmatullahi wabara-kaatuh”. Sebagaimana yang dilakukan Aisyah ra ketika menerima titipan salam dari Jibri as lewat Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam. (HR.al Bukhari- Muslim).
Rujukan: 1. Riyadhus Shalihin, oleh Abu Dzakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, 2. Kitabul Adab oleh Fu’ad bin Abdul ‘Aziz al Syalhub. (Nurul Mukhlisin/alsofwah)